Jumat, 08 Desember 2017

PEMBUATAN MIE PELANGI



LABORATORIUM KIMIA
SMK NEGERI 2 DEPOK SLEMAN
 ( STM PEMBANGUNAN YOGYAKARTA )

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM
OPERASI TEKNIK KIMIA
NO DAN NAMA PRAKTIKUM
I.PEMBUATAN MIE PELANGI


DISUSUN OLEH :
NAMA                                                  : YOHANA AYU KUSUMA BUDIANI
NIS / ABSEN                                        : 16256 / 30
KELAS                                                  : XI
PROGRAM KEAHLIAN                         : KIMIA INDUSTRI
TGL.PRAKTIKUM                                 : 24 OKTOBER 2017
TGL.PENYERAHAN LAPORAN            : 07 NOVEMBER 2017
GURU PEMBIMBING                           : SURIP M.Pd.




LAPORAN RESMI
PRAKTIKUM
AZAS-AZAS TEKNIK KIMIA
          I.          PERCOBAAN
Pembuatan Mie Pelangi

         I     TUJUAN
1.      Dapat memahami pencampuran seni basah
2.      Dapat mengidentifikasi bahan dan peralatan untuk membuat adonan mie
3.      Dapat menghitung kebutuhan bahan untuk membuat adonan mie
4.      Dapat menyiapkan dan mengoprasikan alat untuk membuat mie pelagi
5.      Dapat membuat pencampuran bahan seni basah konsistensi tinggi ( sangat kental, plastis, dan elastis, liat )

                    LANDASAN TEORI
Mie adalah salah satu bahan makanan yang tidak asing lagi bagi orang Indonesia. Mie pelangi adalah salah satu mie yang berbahan dasar alami seperti buah naga, bayam, wortel, dan sebagainya. Bahan – bahan tersebut akan memberikan warna pada mie yang kemudian mie tersebut dinamakan mie pelangi. Masa simpan mie relative singkat,  karena mie hanya memiliki kadar air sebanyak 52%. Pada proses pembuatan mie memiliki tahap-tahap tertentu. Diantaranya :

MIXING
Mixing merupakan prosespembauran atau pencampuran bahan. Pada percobaan ini adalah mie. Maka tujuan mixing pada proses ini adalah agar deitrasi tepung dengan air bercampur secara merata. Disini dapat terbentuk bahan padat yang lembah / pencampuran bahan yang bersifat siskes perlu gaya yang besar untuk memisahkan bahan untuk proses ini dinamakan menggulir.

GRINDING
Grinding merupakan proses pengurangan partikel dari bahan yang berukuran besar ke bahan yang berukuran kecil. Ada beberapa cara pada proses penggilingan :
A.      Potongan, dengan benda tajam
B.      Pukulan, menggunakan benda tumpul
C.      Tekanan, bahan olahan ditekan arah gerak lurus dari landasan
D.     Gesekan, bahan olahan digesekkan arah sejajar dengan landasan.
Pada proses pembuatan mie pelangi, proses grinding terjadi pada saat adonan ke bentuk mie. Mie yang telah diolah dapat dijual sehingga mendapatkan keuntungan. Hal ini  kita menggunakan Break event point yaitu analisis untuk mencari jumlah yang harus dijual kepada konsumen,. Dalam menyusun perhitungan BEP , kita perlu menentukan 3 elemen rumus BEP:
1.      Fixed cost ( biaya tetap ) : biaya yang dikeluarkan untuk peralatan , tempat perusahaan, dan lain sebagainya.
2.      Variable cost ( biaya variable ) : Biaya yang timbul dari setiap unit penjualan.
3.      Harga penjualan, harga yang kita tentukan yang dijual kepada pembeli.
Rumus BEP  = total biaya : total penjualan
BEP harga = total biaya : total produksi  
        I        ALAT DAN BAHAN
A.      ALAT
1.      Timbangan
2.      Hand mixer dan pengaduk
3.      Baskom
4.      Cetakan mie
5.      Sendok makan
6.      Mangkok / piring
7.      Tissue
8.      Blender
9.      Panci
10.  Kompor
B.      BAHAN
1.      Terigu
2.      Air
3.      Telur
4.      Garam
5.      Bayam
6.      Buah naga
7.      Wortel
8.      Es batu

                  LANGKAH KERJA
1.      Disipakan semua peralatan yang dibutuhkan
2.      Meja kerja dan alat dibersihkan
3.      Diambil hand mixer yang akan digunakan kemudian diperiksa kondisinya
4.      Disiapkan bahan-bahan kemudian ditimbang dengan resep/ formula.
5.      Dimasukkan es batu dan pewarna ( bayam, wortel, buah naga ) ke dalam blender, kemudian masing-masing di blender sampai halus.
6.      Dimasukkan tepung terigu, telur, dan garam ke dalam baskom kemudian dimasukkan di mixer hingga merata , dan dibagi 3 adonan
7.      Masing-masing adonan ditambahkan pewarna ( air wortel, air bayam, air buah naga ) kemudian diaduk hingga merata dan didiamkan 15 menit.
8.      Adonan digiling tipis menggunakan cetakan mie , dimulai dari penggiling terbesar ( nomor 1 ) digiling 2-3 kali, dikecilkan ukuran gilingan ( nomor 2 ) digiling 2-3 kali. Begitu seterusnya hingga gilingan nomor 3 , sambil ditabur tepung.
9.      Dapat dipotong dengan gilingan kemudian direbus

                 HASIL PERCOBAAN
A.      DATA HASIL
No
Sifat produk
Sebelum pengepresan
Setelah pengepresan
Keterangan
1
Warna  ( rata / tidak )
Rata
Rata
-
2
Kelenturan ( mudah patah / tidak )
Tidak mudah patah
Mudah patah
Terlalu tipis
3
Palstisitas ( mudah dibentuk )
Mudah dibentuk
Mudah dibentuk
-
4
Kelengketan
Tidak lengket
Lengket
-

B.      ANALISIS DATA
1.      Bahan tetap
Kompor            : 2.000
Blender            : 1.000
Mixer               : 1.000
Sendok             : 200
Mangkok          : 200
Panci                : 500
Baskom            : 500
Cetakan mie    :1.000
Total                 : 7.000 / hari
                         7.000 x 30 = 210.000 / bulan
2.      Bahan variable
Tepung             : 4.000
Telur                : 12.000
Garam              : 2.000
Wortel              : 4.000
Bayam              : 2.000
Buah naga        : 12.000
Es batu             : 1.000
Kemasan          : 8.000
Total                 : 45.000/ hari
                         45.000 X 30 = 350.000 / bulan
3.      Biaya sewa
1.500.000 / bulan
Total = 1.710.000 / bulan

4.      Biaya tenaga
Karyawan                                : 1.600.000 / bulan
Pemasaran dan produksi        : 100.000 / bulan

5.      Biaya produksi
1.710.000 + 1.350.000 + 100.000 + 1.600.000 = 4.760.000

Hasil mie          : 50 porsi / hari
                          50 x 30 = 1500 porsi / bulan
Harga mie        : 6.000
BEP produksi    : total biaya : total penjualan
                         4.760.000 : 6.000 = 793,333
BEP harga        : total biaya : total produksi
                         4.760.000 : 1.500 = 3173,333
Keuntungan      : ( harga jual x produksi/ bulan ) – ( biaya produksi )
                         ( 6.000 x 1.500 ) – ( 4.760.000 )
                         9.000.000 – 4.760.000 = 4.240.000 / bulan.  


       V       PEMBAHASAN
Berdasarkan data yang telah diperoleh dan prktikum yang telah dilaksanakan, produksi mie pelangi menghasilkan mie pelangi dengan warna orange, pink , dan hijau yang sangat rata dan sangat bagus. Dalam proses pengepresan, mie yang dihasilokan mudah patah, karena terlalu tipis. Break Event point yang dihasilkan pada praktikum pembuatan mie pelangi yaitu total biaya produksi ( yang meliputi biaya tetap, biaya variable, biaya sewa, dan biaya tenaga ) terhitung Rp. 4.760.000. BEP produksi = 793,333. BEP harga = 3173,333. Hingga keuntungan yang didapat ialah 4.240.000 / bulan

      VI      KESIMPULAN
Dari data yang telah dikumpulkan dapat disimpulkan bahwa mie pelagi yang dibuat dalam praktikum memiliki warna yang merata, mudah patah karena terlalu tipis, mudah dibentuk, bentuknya bagus, sedikit lengket tetapi bisa datasi dan layak dikonsumsi.
                DAFTAR PUSTAKA
           http://matekim.blogspot.co.id/

0 komentar:

Posting Komentar