LABORATORIUM KIMIA
SMK NEGERI 2 DEPOK SLEMAN
( STM
PEMBANGUNAN YOGYAKARTA )
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM
OPERASI TEKNIK KIMIA
NO DAN NAMA PRAKTIKUM
I.PEMBUATAN
MIE PELANGI
DISUSUN OLEH :
NAMA :
YOHANA AYU KUSUMA BUDIANI
NIS / ABSEN :
16256 / 30
KELAS :
XI
PROGRAM KEAHLIAN :
KIMIA INDUSTRI
TGL.PRAKTIKUM :
24 OKTOBER 2017
TGL.PENYERAHAN LAPORAN :
07 NOVEMBER 2017
GURU PEMBIMBING :
SURIP M.Pd.
LAPORAN
RESMI
PRAKTIKUM
AZAS-AZAS
TEKNIK KIMIA
I.
PERCOBAAN
Pembuatan Mie Pelangi
I TUJUAN
1.
Dapat memahami pencampuran seni basah
2.
Dapat mengidentifikasi bahan dan peralatan untuk membuat adonan mie
3.
Dapat menghitung kebutuhan bahan untuk membuat adonan mie
4.
Dapat menyiapkan dan mengoprasikan alat untuk membuat mie pelagi
5.
Dapat membuat pencampuran bahan seni basah konsistensi tinggi ( sangat
kental, plastis, dan elastis, liat )
LANDASAN TEORI
Mie adalah salah satu bahan
makanan yang tidak asing lagi bagi orang Indonesia. Mie pelangi adalah salah
satu mie yang berbahan dasar alami seperti buah naga, bayam, wortel, dan
sebagainya. Bahan – bahan tersebut akan memberikan warna pada mie yang kemudian
mie tersebut dinamakan mie pelangi. Masa simpan mie relative singkat, karena mie hanya memiliki kadar air sebanyak
52%. Pada proses pembuatan mie memiliki tahap-tahap tertentu. Diantaranya :
MIXING
Mixing merupakan
prosespembauran atau pencampuran bahan. Pada percobaan ini adalah mie. Maka
tujuan mixing pada proses ini adalah agar deitrasi tepung dengan air bercampur
secara merata. Disini dapat terbentuk bahan padat yang lembah / pencampuran
bahan yang bersifat siskes perlu gaya yang besar untuk memisahkan bahan untuk
proses ini dinamakan menggulir.
GRINDING
Grinding merupakan proses
pengurangan partikel dari bahan yang berukuran besar ke bahan yang berukuran
kecil. Ada beberapa cara pada proses penggilingan :
A.
Potongan, dengan benda tajam
B.
Pukulan, menggunakan benda tumpul
C.
Tekanan, bahan olahan ditekan arah gerak lurus dari landasan
D. Gesekan, bahan olahan
digesekkan arah sejajar dengan landasan.
Pada proses pembuatan mie
pelangi, proses grinding terjadi pada saat adonan ke bentuk mie. Mie yang telah
diolah dapat dijual sehingga mendapatkan keuntungan. Hal ini kita menggunakan Break event point yaitu
analisis untuk mencari jumlah yang harus dijual kepada konsumen,. Dalam menyusun
perhitungan BEP , kita perlu menentukan 3 elemen rumus BEP:
1. Fixed cost ( biaya tetap ) :
biaya yang dikeluarkan untuk peralatan , tempat perusahaan, dan lain
sebagainya.
2.
Variable cost ( biaya variable ) : Biaya yang timbul dari setiap unit
penjualan.
3. Harga penjualan, harga yang
kita tentukan yang dijual kepada pembeli.
Rumus BEP = total biaya : total
penjualan
BEP harga = total biaya : total produksi
I
ALAT DAN BAHAN
A.
ALAT
1.
Timbangan
2.
Hand mixer dan pengaduk
3.
Baskom
4.
Cetakan mie
5.
Sendok makan
6.
Mangkok / piring
7.
Tissue
8.
Blender
9.
Panci
10. Kompor
B.
BAHAN
1.
Terigu
2.
Air
3.
Telur
4.
Garam
5.
Bayam
6.
Buah naga
7.
Wortel
8.
Es batu
LANGKAH KERJA
1.
Disipakan semua peralatan yang dibutuhkan
2.
Meja kerja dan alat dibersihkan
3.
Diambil hand mixer yang akan digunakan kemudian diperiksa kondisinya
4.
Disiapkan bahan-bahan kemudian ditimbang dengan resep/ formula.
5.
Dimasukkan es batu dan pewarna ( bayam, wortel, buah naga ) ke dalam
blender, kemudian masing-masing di blender sampai halus.
6.
Dimasukkan tepung terigu, telur, dan garam ke dalam baskom kemudian
dimasukkan di mixer hingga merata , dan dibagi 3 adonan
7.
Masing-masing adonan ditambahkan pewarna ( air wortel, air bayam, air
buah naga ) kemudian diaduk hingga merata dan didiamkan 15 menit.
8.
Adonan digiling tipis menggunakan cetakan mie , dimulai dari penggiling
terbesar ( nomor 1 ) digiling 2-3 kali, dikecilkan ukuran gilingan ( nomor 2 )
digiling 2-3 kali. Begitu seterusnya hingga gilingan nomor 3 , sambil ditabur
tepung.
9.
Dapat dipotong dengan gilingan kemudian direbus
HASIL PERCOBAAN
A.
DATA HASIL
|
No
|
Sifat
produk
|
Sebelum
pengepresan
|
Setelah
pengepresan
|
Keterangan
|
|
1
|
Warna
( rata / tidak )
|
Rata
|
Rata
|
-
|
|
2
|
Kelenturan
( mudah patah / tidak )
|
Tidak
mudah patah
|
Mudah
patah
|
Terlalu tipis
|
|
3
|
Palstisitas
( mudah dibentuk )
|
Mudah
dibentuk
|
Mudah
dibentuk
|
-
|
|
4
|
Kelengketan
|
Tidak
lengket
|
Lengket
|
-
|
B.
ANALISIS DATA
1.
Bahan tetap
Kompor :
2.000
Blender :
1.000
Mixer :
1.000
Sendok :
200
Mangkok :
200
Panci :
500
Baskom :
500
Cetakan mie :1.000
Total :
7.000 / hari
7.000
x 30 = 210.000 / bulan
2.
Bahan variable
Tepung :
4.000
Telur :
12.000
Garam :
2.000
Wortel :
4.000
Bayam :
2.000
Buah naga :
12.000
Es batu :
1.000
Kemasan :
8.000
Total :
45.000/ hari
45.000
X 30 = 350.000 / bulan
3.
Biaya sewa
1.500.000 / bulan
Total = 1.710.000 / bulan
4.
Biaya tenaga
Karyawan : 1.600.000 / bulan
Pemasaran dan produksi : 100.000 / bulan
5.
Biaya produksi
1.710.000 + 1.350.000 + 100.000 + 1.600.000 =
4.760.000
Hasil mie :
50 porsi / hari
50 x 30 = 1500 porsi / bulan
Harga mie :
6.000
BEP produksi :
total biaya : total penjualan
4.760.000
: 6.000 = 793,333
BEP harga :
total biaya : total produksi
4.760.000
: 1.500 = 3173,333
Keuntungan :
( harga jual x produksi/ bulan ) – ( biaya produksi )
(
6.000 x 1.500 ) – ( 4.760.000 )
9.000.000
– 4.760.000 = 4.240.000 / bulan.
V PEMBAHASAN
Berdasarkan data yang telah
diperoleh dan prktikum yang telah dilaksanakan, produksi mie pelangi
menghasilkan mie pelangi dengan warna orange, pink , dan hijau yang sangat rata
dan sangat bagus. Dalam proses pengepresan, mie yang dihasilokan mudah patah,
karena terlalu tipis. Break Event point yang dihasilkan pada praktikum
pembuatan mie pelangi yaitu total biaya produksi ( yang meliputi biaya tetap,
biaya variable, biaya sewa, dan biaya tenaga ) terhitung Rp. 4.760.000. BEP
produksi = 793,333. BEP harga = 3173,333. Hingga keuntungan yang didapat ialah
4.240.000 / bulan
VI KESIMPULAN
Dari data yang telah dikumpulkan dapat disimpulkan bahwa mie pelagi
yang dibuat dalam praktikum memiliki warna yang merata, mudah patah karena
terlalu tipis, mudah dibentuk, bentuknya bagus, sedikit lengket tetapi bisa
datasi dan layak dikonsumsi.
DAFTAR PUSTAKA













